Saturday, November 23, 2019

Mengenal Virtual Box dan Cara Menggunakannya

Multi sistem operasi dalam satu komputer tanpa perlu menginstall secara langsung adalahsebuah solusi serba guna yang ditawarkan untuk anda.Anda mungkin sudah sangat mengenal Virtual PC dari Microsoft, ataupun VMWare di duniaLinux. Mungkin juga hanya pernah dengar atau tidak sama sekali. Software yang penulissebutkan diatas adalah aplikasi lunak yang berfungsi untuk membangun sebuah sistemmaya di PC anda. Dimana anda bisa menjalankan berbagai sistem operasi secarabersamaan tanpa perlu mempartisi hard disk dan melakukan penginstalasian langsung.


sebuah produk dari innotek GmbH, Jerman (http://www.innotek.de) yang bisa anda gunakan secara gratis. Virtual Box adalah aplikasi yang sangat baik dan cukup stabil, mudah dipahami bagi orang awam sekalipun.

Tetapi sayangnya Virtual Box menuntut spesifikasi hardware yang lumayan tinggi. Untuk
menjalankan Virtual Box, penulis menyarankan setidaknya prosesor anda pentium IV atau
athlon XP 1,8Ghz dan memory minimal 512MB. Virtual Box dapat anda download di
www.virtualbox.org. Terdapat beberapa pilihan sesuai dengan keinginan anda, disini
penulis menggunakan Virtual Box versi windows.

Sampai tulisan ini dibuat,Virtual Box vers. 1.4.0 dapat berjalan diatas sistem operasi:
•Windows 2000, service pack 3
•Windows XP, semua service packs
•Windows Server 2003
•Debian GNU/Linux 3.1 ("sarge") and 4.0 ("etch")
•Fedora Core 4 sampai 7
•Gentoo Linux
•Redhat Enterprise Linux 3, 4 and 5
•SUSE Linux 9 dan 10
•Ubuntu 5.10 ("Breezy Badger"), 6.06 ("Dapper Drake"), 6.10 ("Edgy Eft"), 7.04
("Feisty Fawn")
•Linux 64-bit
•Apple Mac OS X.
Sedangkan sistem operasi yang dapat divirtualisasikan adalah:
•Windows NT 4.0 , Semua versi dengan service pack sepenuhnya didukung.
•Windows 2000 / XP / Server 2003 / Vista, Semua versi dengan service pack
sepenuhnya didukung.
•Linux kernel 2.4, Dukungan terbatas.
•Linux kernel 2.6, Semua versi dengan service pack sepenuhnya didukung.
•FreeBSD, Dukungan terbatas.
•OpenBSD, Versi 3.7 dan 3.8 didukung.

Mengkonfigurasi Virtual Box
Ketika Virtual Box telah di-install dan dijalankan, hal pertama yang perlu anda lakukan
adalah membuat sebuah mesin virtual baru. Caranya pilih menu Machine/New, lalu anda
akan diminta untuk mengisikan nama virtual mesin dan tipe sistem operasi yang ingin
anda emulasikan. Klik next dan alokasikan memory untuk mesin virtual, penulis
merekomendasikan anda untuk menggunakan 1/2 dari kapasitas memory anda. Misalkan
memory anda adalah 512mb, maka memory yang dialokasikan untuk mesin virtual
sebaiknya 256mb saja. Hal ini dilakukan untuk menjaga kestabilan komputer anda.
Anda kemudian akan menemukan fitur untuk membuat hard disk virtual. Klik New lalu
Next. Hard disk virtual terdapat dua pilihan, yaitu Dynamically expanding image (bersifat
dinamis dan akan menggunakan kapasitas hard disk fisik sesuai dengan kebutuhan sistem
virtual) dan Fixed-size image(bersifat statis dan sistem virtual tidak dapat menggunakan
kapasitas fisik hard disk karena kapasitas untuk hard disk virtual telah ditentukan).Pilih
salah satu dan klik finish. Anda bisa melewati bagian ini jika seandainya sistem operasi
yang ingin divirtualisasikan adalah sistem operasi live-CD seperti Knoppix yang notabenenya juga tidak perlu menggunakan kapasitas hard disk untuk menjalankannya.

Setelah hard disk virtual ditentukan, klik next lalu finish. Sebuah komputer virtual yang
telah tercipta. Namun komputer virtual ini masih belum memiliki sistem operasi virtual,
sekarang anda harus menentukan sistem yang akan dijalankan. Klik setting pilih CD/DVDROM, ceklis Mount CD/DVD drive. Pilihlah lokasi Drive Optik anda atau pilih file .iso yang
diinginkan. Sebagai tambahan, anda juga bisa mengubah setting lain yang telah anda buat
sebelumnya. Sekarang anda sudah siap untuk melihat apa yang bisa dilakukan dengan
aplikasi ini.

Menjalankan Linux dengan Virtual Box
Pernahkah Anda mendownload ISO Linux di internet ataupun mendapatkannya dari DVD
majalah komputer? Untuk menjalankan si Linux di PC anda, tentu saja tidak bisa dilakukan
tanpa membakarnya ke sebuah CD. Setelah anda selesai membakar CD Linux tersebut,
anda mungkin perlu membuat partisi pada hard disk anda. Bagi seorang pemula, tidak
memahami cara mempartisi hard disk bisa berakibat buruk, Windows dan Data bisa saja
terhapus dan tidak bisa dikembalikan. Setelah Linux diinstall, ternyata anda merasa tidak
cocok dengan distro tersebut. Kemudian anda merasa terganggu setiap kali menghidupkan
komputer karena bootloader Linux yang memberikan pilihan sebelum masuk ke sistem
operasi. Anda tentu akan merasa telah melakukan pekerjaan yang menghabiskan waktu
dan sia-sia.


Tetapi sekarang anda bisa mencoba Linux dengan solusi alternatif. Anda bisa menghemat
CD-Blank, tidak perlu merasa was-was akan hilangnya data, tidak akan bosan lagi
menunggu proses instalasi. Bahkan hebatnya sistem operasi yang telah anda install diatas
mesin virtual sama sekali tidak mengganggu sistem yang anda gunakan saat ini.
Penulis menggunakan LINUX live-CD Knoppix sebagai demo. Knoppix merupakan distro
linux yang sudah sangat terkenal. Anda bisa mendownload di internet atau jika mau
gampangnya langsung saja beli di toko software komputer.

Setelah anda klik start di menu Virtual Box, maka akan muncul sebuah jendela baru. Inilah
yang akan mengemulasikan sistem operasi yang telah anda tentukan sebelumnya.
Dengan sebuah komputer virtual diatas Windows XP, anda bisa mencoba kelebihan dan
kekurangan sebuah sistem operasi. Anda bahkan bisa membuka beberapa jendela
sekaligus (dengan syarat memory anda mencukupi tentunya) sehingga komputer anda
seperti menjalankan multi sistem operasi.

Multiguna Virtual Box
Seorang hacker tentunya perlu mempelajari berbagai hal tidak hanya pada lingkungan
Windows. Dengan Virtual Box anda bisa meng-install berbagai software sesuai dengan
kompatibilitas sistem operasi yang disyaratkan, anda bisa mencoba menganalisa virus,
anda bisa membangun sebuah honeypot (IDS sekaligus jebakan untuk intruder), dan Anda
juga tidak perlu khawatir akan pengaruh software yang berjalan diatas sistem operasi
virtual. Software yang diinstall sama sekali tidak akan mengubah setting sistem operasi
anda yang sesungguhnya.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search