Advertisement

Cara setting DNS Server Di OS Linux

Cara setting DNS Server Di OS Linux

1. Pendahuluan
Konsep Domain Name System (DNS) Server, secara arsitektur tidak mudah untuk dipahami mahasiswa dengan pemahaman dasar jaringan yang lemah, yang pada umumnya terjadi pada mahasiswa semester pertengahan. Dimana konsep jaringan yang diterima diperguruan tinggi masih pada tingkat dasar. Terlebih lagi konsep DNS Server tidak mudah diimplementasikan secara praktis. Dibutuhkan operasional perangkat keras yang juga mahal. Bagi para pakar atau yang expert hal ini tidak menjadi masalah, namun bagi pemula hal ini menjadi terlalu berat untuk dipenuhi.

Secara prinsip, cara kerja DNS adalah sebagai pemberi nama untuk suatu komputer yang memiliki informasi yang dituliskan pada halaman situs milik organisasi, perusahaan atau lembaga tertentu. Dikarenakan dasar pengalamatan suatu komputer di dalam jaringan menggunakan mode bilangan yang dibagi dalam beberapa oktet sesuai dengan tipe protokolnya (IP / Internet Protocol).

Pengalamatan jenis ini bersifat tetap dan memiliki resiko kegagalan koneksi lebih tinggi, jika misalnya sebuah alamat bernomor tersebut dipanggil, sementara hardware (komputer) pada nomor alamat itu sedang dalam keadaan mati (off).

Penomoran jenis ini tidak memungkinkan untuk digunakan oleh perusahaan yang memiliki banyak server. Untuk itulah sistem (DNS) ini dapat menjawab kelemahan sistem penomoran komputer di dalam jaringan terutama jaringan dengan skala yang luas (global/WAN/internet).

Kompleksitas inilah yang memungkinkan para pemula jaringan rumit untuk mendapatkan memahami teori dan praktisnya. Namun dengan model penyampaian dengan metode simulai menggunakan virtual machine dengan Oracle VirtulaBox, pemahaman dari sisi konsep dan praktis mudah untuk dipahami terutama oleh pemula bidang administrasi jaringan.

2. Metode
Untuk memenuhi target capaian yang sesuai dengan tujuan penelitian, studi ini menggunakan metode-metode yang secara singkat diuraikan seperti berikut ini :

2.1 Hardware dan Software
Tahap persiapan perangkat keras (hardware) dan perangan lunak (software) merupakan tahap awal yang dilakukan untuk memastikan studi ini dapat berjalan dengan baik. Secara sistem hardware menjadi tolok ukur keberhasilan. Mengingat studi ini bersifat simulasi. Dimana simulasi ini segala aktifitas baik konfigurasi maupun pengujian dilakukan secara virtual. Kebutuhan perangkat keras pada studi ini

diataranya : Laptop dengan prosesor Intel Pentium P6000 1.87 GHz, Motherboard Thosiba Satellite C640, RAM 3 GB, Harddisk 500GB, CD/DVD Multi Layer. Sementara kebutuhan perangkat lunak yang digunakan pada studi ini adalah MS Windows 7 Ultimate 32 Bit, Oracle VirtualBox 5.1.30, dan Linux Debian 5 Lenny, serta Mozila Firefox.

Perangkat lunak Oracle VirtualBox 5.1.30 merupakan perangkat lunak yang menjalankan virtual machine. Adapun perangkat lunak ini dapat dilihat seperti pada gambar berikut :


2.2 Menentukan Topologi Jaringan
Topologi jaringan merupakan rancangan jaringan yang memungkinkan antar komponen di dalam jaringan dapat berkomunikasi. Dengan topologi ini, setiap komponen (komputer) dihubungkan sedemikian rupa sesuai dengan model dan komponen jaringan yang sesuai. Secara real topologi jaringan untuk studi ini dapat dilihat seperti pada gambar berikut :


2.3 Instalasi Sistem dan Konfigurasi
Dalam studi ini instalasi sistem dilakukan secara virtual menggunakan sistem Operasi Linux Debian 5 Lenny. Konfigurasi dilakukan pula untuk memastikan DNS server dapat berjalan dengan baik pada pengujian sistem.

3. Hasil dan Pembahasan

3.1 Konfigurasi DNS Server
Untuk untuk layanan (service) DNS Server paket software yang digunakan didalam linux Debian 5 Lenny adalah BIND9. Untuk menginstall paket BIND9 tersebut kita membutuhkan DVD Software master Debian 5 Lenny. Jika kita masih pada tahap simulasi didalam VIRTUALBOX kita dapat menggunakan DVD Sorftware master atau file .ISO yang berada di dalam harddisk.

Installasi didalam VirtualBox sama seperti installasi secara real. Yaitu kita harus mengarahkan booting ke DVD ROM atau file .ISO yang ada didalam harddisk.

Didalam VirtualBox ntuk mengarahkan booting ke dalam DVD ROM, klik menu Device seperti pada gambar berikut :

Akan tetapi langkah tersebut tidak penting dilakukan jika installasi menggunakan DVD ROM.

Untuk menginstallasi paket BIND9, Ikuti uraian berikut : Ketik : apt-get install bind9 [ENTER]
Jika ada pertanyaan Do you want to continue [Y/N] Tekan Y untuk melanjutkan, N untuk membatalkan.

Jika dimonitor menampilkan pesan peringatan seperti berikut :


Bahwa pesan berikut diatas berarti sistem membutuhkan software Debian 5 Lenny masternya. Masukkan DVD Debian 5 Lenny ke dalam DVD ROM atau ikuti langkah diatas yaitu klik menu Device pada VirtualBox lalu cari software .ISO yang dibutuhkan kemudian tekan [ENTER]

Kemudian tambahkan domain kedalam file named.conf.local Pada tutorial ini saya menggunakan nama domain jagodebian.net Maka untuk menambahkan domain jagodebian.net ketik : nano /etc/bind/named.conf.local [ENTER]
Selanjutnya tambahkan parameter berikut dibawah didalam editor yang muncul, ketik parameternya di baris paling akhir, berikan jarak antara teks yang sudah ada dengan kursor yang aktif supaya terlihat lebih jelas. Ketika parameter seperti gambar berikut :


Simpan file tersebut, Tekan CTRL – X, tekan Y, kemudian tekan [ENTER], “50.168.192” merupakan lokasi database dari NetWork dengan IP Address 192.168.50. Yang penulisannya harus dibalik.
Kemudian Copy folder dan file /etc/bind/db.local ke dalam folder /etc/bind/fwr.jagodebian.net Serta folder dan file /etc/bind/db.127 ke folder /etc/bind/rev.jagodebian.ne Ketik : cp /etc/bind/db.local /etc/bind/fwr.jagodebian.net [ENTER]

cp /etc/bind/db.127 /etc/bind/rev.jagodebian.net [ENTER] seperti gambar berikut :


Selanjutnya edit database fwr.jagodebian.net didalam editor nano. Ketik : nano /etc/bind/fwr.jagodebian.net [ENTER]. Kemudian akan muncul jendela editor berikut :


Pada editor diatas, ganti semua kata “localhost” menjadi alamat domain yaitu “jagodebian.net” Serta 3 baris terakhir diganti menjadi alamat IP Address NameServer (192.168.50.1), Domain (192.168.50.2), dan MailServer (192.168.50.3). Jika editor tersebut diatas sudah ditambahkan parameter (IP Address)-nya sesuai dengan IP Yang ditentukan, maka hasilnya adalah sebagai berikut:


Kemudian edit juga database rev.jagodebian.net Ketik : nano /etc/bind/rev.jagodebian.net [ENTER] seperti berikut:


Kemudian edit file resolv.conf. File ini digunakan untuk mengarahkan ke DNS Server. Jadi untuk setiap user yang membuka domain tersebut, maka resolv.conf akan mengarahkan sistem kearah DNS Server NameServer yang ada pada file resolv.conf. Untuk itu alamat nameserver dan domain harus diisikan didalam file resolv.conf tersebut. Ketik : nano /etc/resolv.conf [ENTER]. Tambahkan parameter didalam file resolv.conf seperti gambar berikut:


Pada tahap ini, Konfigurasi DNS Server telah selesai dilakukan. Selanjutnya Setting Mail Server dan WebMail Servernya.

3.2 Konfigurasi Webmail Server
Sebelum Mail server dikonfigurasikan tahap yang perlu dilakukan adalah install paket software postfix courier-imap. Layanan Mail Server yang digunakan didalam linux adalah Postfix dengan metode IMAP. Install paket software tersebut. Ketik apt-get install postfix courier-imap [ENTER]

Pada saat penginstallan paket software Mail Server, sistem akan memberikan pertanyaan- pertanyaan seperti berikut :

Create Directories for Web-based administration ? Jawab : NO (Tidak)
Postfix Configuration ?
Jawab : OK (tekan Tab kemudian OK)
General type of Mail Configuration ? Jawab : Local Only, Kemudian OK
System Mail Name ?
Jawab : jagodebian.net , kemudian OK

Kemudian masuk ke folder postfix/main.cf untuk melakukan konfigurasi Mail Server Ketik : nano /etc/postfix/main.cf [ENTER]


Proses konfigurasi Mail Server telah berhasil, selanjutnya konfigurasi Webmail Server dengan membuat virtual alias untuk membantu mail server dan webmail dapat dipanggil melalui komputer client.


3.3 Konfigurasi Webmail Server
Dalam studi ini, webmail server menggunakan paket software Squirrelmail. Untuk menggunakan layanan Webmail, didalam linux dibutuhkan software squirrelmail. Install paket squirrelmail dengan perintah berikut : apt-get install squirrelmail [ENTER].

Kemudian tambahkan parameter berikut. Pada pengetikannya, huruf bersifat case sensitif (huruf besar dan kecil dibedakan). Ketik sesuai petunjuk !

<VirtualHost *:80>
ServerName mail.jagodebian.net DocumentRoot /usr/share/squirrelmain/
</VirtualHost>

Hasil konfigurasi akan menampilkan kode seperti berikut:


Simpan file tersebut, tekan CTRL + X, tekan Y, Kemudian [ENTER]. Selajutnya aktifkan Virtual Alias yang telah dikonfigurasikan dengan perintah : a2ensite mail.jagodebian.net [ENTER]. Kemudian restart service Web dengan perintah: /etc/init.d/apache2 restart [ENTER].

Tahap konfigurasi pada sisi server mulai dari DNS Server, Mail Server dan Webmail telah selesai. Maka selanjutnya, untuk melihat hasil konfigurasinya, lakukan pengujian dari komputer client (windows). Akan tetapi, sisi client harus dikonfigurasikan dengan menggunakan IP Address mengikuti IP server.

3.4 Konfigurasi Komputer Client Ke Server
Studi ini bersifat simulasi menggunakan VirtulaBox, karenanya pengujian juga dilakukan terhadap server virtual. Adapun konfigurasi IP pada sis client dilakukan melalui kartu jaringan virtual host only. Skema konfigurasi adalah seperti berikut :

IP Address : 192.168.50.4 (4 s.d 254)
Subnet Mask : 255.255.255.0
DNS Server Primary : 192.168.50.1


3.5 Pengujian DNS Server
Pengujian server dilakukan dengan beberapa metode. Adapun metode yang dilakukan melalui command promt dan melalui browser.


3.6 Pengujian Layanan Server
Layanan mail server dan webmail berjalan dengan baik pada pengujian ini. Pengujian dilakukan menggunakan browser mozilla dengan menggunkakan alamat mail.jagodebian.net seperti pada gambar dibawah ini :




4. Kesimpulan
Praktis DNS Server perlu dilakukan dengan berbagai strategi dan atau model untuk membantu pegian IT, terutama untuk calon profesional yang fokus pada jaringan dan administrasi jaringan. Praktis secara real membutuhkan biaya yang cukup tinggi. Namun dengan simulasi menggunakan virtualbox simulasi terhadap perancangan DNS Server dapat dilakukan dengan baik. Keberhasilan studi ini dapat membantu mengatasi keterbatasan perangkat serta efisiensi biaya peralatan belajar.

Post a Comment

0 Comments