Advertisement

Cara Mudah Mengenal TCP Dan IP

Internet Protocol Version 4 (IPv4)

IPv4 adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. IPv4 mulai dikembangkan tahun 1981. Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host computer di seluruh dunia. Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai).

Hierarki pengalamatan pada IPv4 seperti gambar dibawah ini :


Strurktur / Anatomy

• Host Portion

Host adalah sebuah alamat yang memungkinkan untuk sebuah komputer terhubung ke sebuah jaringan/internet. Pada pengalamatan ini, host portion berukuran 8 bits atau 1 byte.

Sebuah host memiliki sebuah default gateway address. Gateway address merupakan sebuah alamat dari sebuah router yang menghubungkan ke network yang sama sebagai host. Untuk berkomunikasi dengan sebuah perangkat pada network lain, sebuah host menggunakan alamat dari gateway ini atau default gateway untuk meneruskan paket keluar local network.


• Network Portion

Alamat Network atau sering juga didefinisikan sekelompok host yang memiliki pola bit identik di bagian alamat jaringan dari alamat mereka.


• Network Address

Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untukmengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada.IPv4 ditetapkan dengan panjang 32 bit, IPv4 memungkingkan 232 IP yang berarti sekitar 4,294,967,296 Prokol komputer dapat terhubung ke internet. 

Alamat jaringan pada IPv4 dinyatakan dalam Dotted Decimal Notation seperti dibawah ini :


Alamat IP versi 4 (sering disebut dengan Alamat IPv4) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol IP versi 4. 

Panjang totalnya adalah 32-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 4 miliar host komputer atau lebih tepatnya 4.294.967.296 host di seluruh dunia, jumlah host tersebut didapatkan dari 256 (didapatkan dari 8 bit) dipangkat 4(karena terdapat 4 oktet) sehingga nilai maksimal dari alamt IP versi 4 tersebut adalah 255.255.255.255 dimana nilai dihitung dari nol sehingga nilai nilai host yang dapat ditampung adalah 256x256x256x256=4.294.967.296 host, bila host yang ada di seluruh dunia melebihi kuota tersebut maka dibuatlah IP versi 6 atau IPv6. Contoh alamat IP versi 4 adalah 192.168.0.3.

Struktur / anatomy IPV4


Network-portiondapat menunjukkan network address dimana IP address tersebut berada, sedangkan host-portion menunjukkan identitas komputer di dalam network. Di dalam satu network yang sama, semua komputer/host memiliki susunan bit network-portion yang sama.
Diketahui bahwa jumlah total :
network-portion + host-portion = 32.

Ada 2 cara untuk menentukan besar network-portion dan host-portion:

1. Prefix-length

Prefix-length menunjukkan berapa banyak jumlah bit-bit pertama dari 32 bit IP address yang digunakan sebagai network-portion.
Jadi, jika sebuah network menggunakan prefix-length /24; maka berarti network tersebut menggunakan 24 bit pertama IP address sebagai network-portion, dan sisa 8 bit IP address terakhirnya merupakan host-portion.

Contoh, sebuah network dengan prefix-length 24; 192.168.1.0/24, maka :
- Jumlah bit network-portion = 24 bit.
- Jumlah bit host-portion = 32 – 24 = 8 bit.
32 – bit IP address = 24 – bit network-portion + 8 – bit host-portion.


2. Subnet mask

Cara lain untuk menentukan berapa banyak bit dalam network-portion dan berapa banyak bit dalam host-portion adalah dengan menggunakan subnet mask.

Seperti halnya IP address, subnet mask juga merupakan 32 angka biner yang dapat diekspresikan dalam bentuk dotted-decimal. Hanya saja, didalam subnet mask semua bit network-portion diwakili oleh angka 1 sedangkan semua bit host-portion akan diwakili oleh angka 0.
- network-portion → 1
- host-portion → 0

Contoh, network dengan prefix-length /24; maka :
- Jumlah bit network-portion = 24.
- Jumlah bit host-portion = 8.
Maka, 32 angka biner subnet mask-nya adalah 24 angka biner bernilai 1 + 8 angka biner bernilai 0.



Network Address dan Broadcast Address
Ada beberapa jenis IP address :
- Host address, IP address yang dapat di assign ke perangkat jaringan seperti komputer atau router.
- Network address, IP address yang menunjukkan alamat sebuah network
- Semua host dalam satu network memiliki network address yang sama
- Network address ini bisa diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portion menjadi 0.
- IP address ini tidak dapat di assign ke perangkat jaringan.
- Broadcast address, jenis IP address yang digunakan untuk mengirim data ke semua host yang ada dalam satu network.
- Broadcast address ini bisa diperoleh dengan cara merubah semua bit dalam host-portionmenjadi 1.

Tipe address
• Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah Internetwork IP. Alamat unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.
• Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.
• Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Jenis-Jenis IP Address
a)   IP Public
Ini adalah Internet Assigned Numbers Authority (IANA) terdaftar alamat yang terlihat di Internet. Public bit tertinggi range address bit network address
• kelas A        0         0 – 127* 8
• kelas B        10       128 – 191 16
• kelas C        110     192 – 223 24
• kelas D        1110   224 – 239 28

b)  Privat
Privat Address adalah kelompok IP Addres yang dapat dipakai tanpa harus melakukan pendaftaran. IP Address ini hanya dapat digunakanuntuk jaringan local (LAN) dan tidak dikenal dan diabaikan oleh Internet. Alamat ini adalah unik bagi jaringan lokalnya tetapi tidak unik bagi jaringan global. Agar IP Private ini dapat terkoneksi ke internet, diperlukan peralatan Router dengan fasilitas Network Address Traslation (NAT).

Kelas-Kelas IP Address :

Kelas A
Alamat kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

Kelas B
Alamat-alamat kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya.

Kelas C
Alamat IP kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya.

Kelas D
Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, namun berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

Kelas E
Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

Internet Protocol Version 6 (IPv6)
Struktur IPv6 : Pengalamatan IPv6 terdiri dari 16 byte (octets) dan mempunyai panjng 128 bit. IPv6 menggunakan protokol alamat dengan notasi heksadesimal kolom (hexadecimal colon notation). Di dalam notasi tersebut, 128 bit dibagi menjadi 8 bagian, dimana setiap bagian panjangnya 2 byte. Dan 2 byte di dalam heksadesimal notasi memerlukan 4 heksadesimal digit. Jadi alamat pada IPv6 terdiri dari 32 heksadesimal digit dengan setiap 4 digit dan pisahkan dengan kolon (:)


Penyederhanan alamat IPv6

Walaupun alamat IP dalam format heksadesimal sangat panjang, pada beberapa digitnya adalah nol sehingga alamat IPv6 tersebut dapat disingkat. Penyingkatan 0 ini hanya diperbolehkan pada digit 0 yang letaknya didepan setiap 4 digit tersebut bukan digit 0 yang letaknya dibelakang digit yang bukan 0.



Dengan bentuk penyingkatan bit, 0074 dapat ditulis merjadi 74,000F merjadi F dan 0000 menjadi 0. Sedangkan digit 0 yang berada pada digit yang bukan 0 tidak dapat dihilangkan, 3210 tidak dapat disingkat. 

Bentuk yang lain adaiah penyingkatan digit 0 yang berurutan. Bila dalam bentuk penyingkatan masih terdapat digit 0 yang berurutan, bentuk tersebut dapat disingkat lagi.
Sebagai contoh :

Bentuk penyingkatan ini hanya dapat diperbolehkan hanya l di dalam setiap aiamat sehingga bita ada 2 bagian yang terdapat digit 0 secara berurutan maka hanya l dar: bagian itu yang dapat disingkat.
Format alamat dari IPv6, yaitu:

Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

0010000111011010000000001101001100000000000000000010111100111011000000101010101000000000
1111111111111110001010001001110001011010

Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:

0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010

Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut:

21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a

Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:

21da:d3:0:2f3b:2aa:ff:fe28:9c5a

Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (:). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini hanya bisa digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (:) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini.


Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak digunakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.

Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:

3ffe:2900:d005:f28b::/64

Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.

IPv6 tidak menggunakan broadcast messages, tetapi IPv6 menggunakan multicast. Sebuah single host pada IPv6 dapat mengirimkan paket pada sekelompok device yang menggunakan multicast. terdapat FF02::1 (untuk semua host multicast) yang dapat terhubung dengan setiap host pada jaringan, paket yang dikirimkan tidak diproses oleh router.

Jenis-Jenis Alamat IPv6
Internet Protokolversi 6 lebihkitakenaldengan IPv6 memilikijenispengalamatanseperti yang bekerjapada IPv4, antara lain:
1. Alamat Unicast (Unicast Address)
Alamat unicast mengidentifikasisatu/single interface kedalam tipesku alamat unicast. Dengan topologi routing unicast yang sesuai, alamat-alamat paket kesebuah alamat unicast diterima single interface tersebut. Untuk menampung sistem load-balancing, RFC 3513 mengijinkan banyak interface menggunakan alamat-alamat yang sama selagi alamat tersebut masih single interface untuk mengimplementasikan IPv6 padasuatu host. Alamat unicast IPv6 terdiri dari beberapa tipe dalam fungsi dan kegunaan masing-masing yakni:

• Alamat Global Unicast (aggregatable global unicast address)
• Alamat Link-local
• Alamat Site-local
• Alamat Special
• Alamat Compatibility

Alamat-alamat diatas dipergunakan untuk keperluan implementasi IPv6 sehingga proses transisi dari IPv4 ke IPv6 dapat berjalan dengan baik. Untuk penjelasan masing-masing Alamat tersebut akan saya berikan pada bagian berikutnya.

• AlamatGlobal unicast
Alamat global IPv6 setaradenganalamat IPv4 publik. Alamat global yang dapat dirutekan dan terjangkau di Internet IPv6. Alamat unicast global dirancang untuk menjadi gabungan atau diringkas untuk infrastruktur routing yang efisien. Berbedadengan IPv4 saatini, Internet berbasis IPv6 telah dirancang dari dasar untuk mendukung efisien, hierarkis pengalamatan dan routing. Struktur alamat unicast global dijelaskan dalam daftar berikut:

o  Porsitetapdiaturke 001 tiga high-order bit diaturke 001.
o Prefix Routing global menunjukkan prefix routing global untuktertentusitusdariorganisasi.
o ID interface menunjukkan antarmuka pada subnet yang spesifik dalam situs. berukuran 64 bit. ID antarmuka pada IPv6 adalah setara dengan ID node atau host ID di IPv4.

• AlamatLink-Local FE8:: hingga FEB::
Alamat link-local adalah konsep baru di IPv6. Jenis-jenis alamat memiliki lingkup yang lebih kecil sejauh mana mereka dapa tmelakukan perjalanan. Hanya link lokal (link data link layer) Router akan memproses paket untuk alamat link-lokal, tetapi mereka tidak akan maju mereka ke link lainnya.

Penggunaannya yang paling umumadalah agar perangka tmendapatkan informasi unicast site-local atau pengalamatan global unicast, mengetahui default gateway ,dan mengetahui lapisan lain 2 tetangga pada segmen. IPv6 link-local address, yang diidentifikasi oleh 10 bit awal yang diatur ke 1111 1110 10 dan 54 bit berikutnya diatur ke 0, yang digunakan oleh node ketika berkomunikasi dengan node tetangga pada link yang sama. Sebagai contoh, pada jaringan single link-IPv6 tanpa router , link-local address digunakan untuk berkomunikasi antara host pada link. IPv6 link-local address yang mirip dengan link-local IPv4 address yang menggunakan wlan 169.254.0.0/16

2. Alamat Multicast (Multicast Address)
Pada IPv6, trafik multicast bekerja dengan cara yang sama seperti pada IPv4. Sembarangan meletakkan IPv6 dapat mendengar trafik multicast dalam alamat multicast IPv6 sembarangan juga. Node IPv6 dapat mendengar kepada beberapa alamat multicast pada waktu yang sama. Node tersebut dapat bergabung atau meninggalkan grup multicast suatu saat.

Alamat multicast mempunyai 8 bit pertama yang dibuatke 1111 1111. Sebuah alamat IPv6 mudah ditentukan sebagai multicast karena selalu dimulai dengan “FF.” alamat multicast tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber atau sebagai tujuan selanjutnya pada header routing.
Diluar 8 bit pertama, alamat multicast memuat struktur tambahan untuk menentukan flag alamat multicast, scope, dan grup multicast. Berdasarkan gambar berikut ditunjukkan struktur alamat multicast IPv6.


Flag
Menyatakan bahwa flag di atur dalam alamat multicast. Ukuran field ini 4 bit. Seperti pada RFC 3513, hanya flag itu yang mendefenisikan flag Transient (T). Flag T menggunakan bit field flag low-order. Apabil adiatur je 0, flag T menyatakan bahwa alamat multicast mengenal alamat multicast yang telah ditetapkan secara perpanen oleh Internet Assigned Numbers Authority (IANA). Apabila diatur ke 1, flag T menyatakan bahwa alamat multicast adalah sebuah alamat multicast transient yang belum belum ditetapkan oleh IANA.

Scope
Menyatakan bahwa scope pada jaringan IPv6 untuk trafik multicast yang dimaksutkan. Ukuran field ini 4 bit. Sebagai tambahan untuk memakai informasi yang disediakan oleh protocol routing multicast, router menggunkan scope multicast untuk menentukan apakah dapat melanjutkan trafik multicast. Nilai yang paling umum untuk filed scope adalah 1 (scope interface-local), 2 (scope link-local), dan 5 (scope site-local). Sebagaicontoh, trafikalamat multicast FF02::2 dimiliki scope link-local. Router IPv6 tidakpernahmelanjutkantrafikdiluar link local.

Group ID
Menyatakan grup multicast dan bersifat unik pada scope. Ukuran field ini 112 bit. Group ID ditetapkan secara permanenter lepas dari scope. Group ID transient setarahanya untuk sebuah scope tertentu. Alamat multicast dari FF01::melalui FF0F:: dicadangkan, alamat yang terkenal.

3. AlamatAnycast (Anycast Address)
Alamatanya cast dipergunakan pada banyak interface (multiple interface). Infrastruktur routing melanjutkan paket yang dialamatkan kepada sebuah alamat cast. Alamata cast mengidentifikasi banyak alamat. Suatu alamata cast digunakan untuk komunikasi one-to-one-of-many, dengan pengiriman ke single interface. Pada dasarnya, alamat cast adalah gabungan dari alamat unicast dan multicast.
o Dengan unicast, satupaketdikirimkesatutujuan;
o Dengan multicast, satupaket yang dikirimkesemuaanggotadarikelompok multicast 
o Dengansebuahanycast, paketdikirimkesalahsatuanggotadarikelompokperangkat yang 
dikonfigurasi dengan alamata cast. Secara default, paket yang dikirim ke alamata cast aka nditeruskan ke antarmuka node, yang didasarkan pada proses routing yang digunakan untuk mendapatkan paket ketujuan.


Post a Comment

0 Comments