Wednesday, April 1, 2020

Fatwa Muhammadiyah: Tarawih di Rumah dan Tenaga Kesehatan Boleh Tak Puasa

Salat Tarawih
Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi menerbitkan surat edaran tentang Tuntunan Ibadah Dalam Kondisi Darurat Virus Corona (Covid-19).

Edaran yang bernomor 02/EDR/I.0/E/2020 itu untuk merespons wabah COVID-19 yang kasusnya terus bertambah tak bisa dikendalikan pemerintah, dan diprediksi akan terus berlangsung hingga Ramadhan pada 24 April 2020.

Salah satu isi edaran itu mengatur soal ibadah di bulan Ramadhan. Yaitu menjelaskan tarawih yang boleh dilaksanakan di rumah, hingga tenaga kesehatan yang mengurus corona boleh tak puasa.

"Apabila kondisi mewabahnya COVID-19 hingga bulan Ramadhan dan Syawal mendatang tidak mengalami penurunan, maka salat tarawih dilakukan di rumah masing-masing dan takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, musala dan sejenisnya," bunyi edaran yang dibuat Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, dikutip Rabu (1/4).

Termasuk kegiatan Ramadan seperti ceramah, tadarus berjemaah, iktikaf dan kegiatan berjamaah lainnya seperti Ramadhan tahun lalu, tidak perlu diadakan oleh pengurus masjid.

"Puasa Ramadan tetap dilakukan kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik, dan wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat," bunyi edaran itu.

Namun, Muhammadiyah menilai puasa boleh ditinggalkan oleh tenaga kesehatan baik dokter atau perawat, yang sedang menangani pasien COVID-19. Khawatir jika puasa justru membuat dia terinfeksi corona.

Read more: Jack Ma Sumbang Alat Tes Covid-19 Dan 500 Ribu Masker

"Demi kemaslahatan dan untuk menjaga stamina dan kondisi fisik yang prima, tenaga kesehatan dapat tidak berpuasa selama Ramadan dengan ketentuan menggantinya di hari lain di luar Ramadan."

Selain tuntunan di Ramadhan, Muhammadiyah juga membuat tuntunan untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal. Sama seperti salat Jumat atau berjemaah di masjid, salat Idul Fitri bisa ditinggalkan di tengah wabah COVID-19.

Tetapi apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang COVID-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, maka dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu.

"Adapun kumandang takbir ‘Id dapat dilakukan di rumah masing-masing selama darurat COVID-19."

"Namun, apabila berdasarkan ketentuan pihak berwenang bahwa Covid-19 sudah mereda dan dapat dilakukan konsentrasi banyak orang, salat Idul Fitri dan rangkaiannya dapat dilaksanakan dengan tetap memperhatikan petunjuk dan ketentuan yang dikeluarkan pihak berwenang mengenai hal itu," kata surat itu.
  1. Berarti taun ini ga seindah dengan tau sebelumnya.semoga wabah ini cepat berlalu

    ReplyDelete

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search