Thursday, June 4, 2020

Ilmu Teknologi Informasi Sosial dalam RPL

TechBigdream.com

Teknologi informasi sosial atau social information technology (social IT) adalah faktor atau aspek sosial yang berkaitan dengan implementasi suatu teknologi informasi. Sebuah produk perangkat lunak tidak hanya berkutat di masalah teknologi dan teknis. Sering sebuah produk perangkat lunak hanya dibuat berdasarkan sudut pandang pengembang perangkat lunak yang memiliki kecenderungan berpola pikir teknis.

Sebuah perangkat lunak dianggap berkualitas jika memenuhi kebutuhan pelanggan (customer) dan sesuai keinginan pelanggan (customer). Sering kendala dari pengembang perangkat lunak bukan berada pada masalah teknis (teknologi perangkat lunak dan perangkat keras) tapi pada kondisi lingkungan pelanggan, misalnya ternyata yang akan menjadi user atau pemakai perangkat lunak belum bisa mengoperasikan komputer, atau keengganan user untuk mengubah kebiasaan bekerja menggunakan perangkat lunak yang baru atau dari manual menjadi menggunakan perangkat lunak, lingkungan yang tidak mendukung disiplin (misalnya untuk aplikasi keuangan) maka dari itu perlu adanya analisis terlebih dahulu di lingkungan pelanggan apakah dapat dijalankan perangkat lunak yang akan dikembangkan, karena sebaik apapun perangkat lunak jika tidak mampu digunakan di lingkup pelanggan maka perangkat lunak itu hanya akan menjadi “artefak/sampah” yang disimpan di gudang atau bahkan dibuang.
Hal-hal yang harus diperhatikan sebelum mengebangkan perangkart lunak lingkungan tertentu hatrus dicari tahu:
1. Pengetahuan lingkungan tentang teknologi informasi dan komputer. 2.”Social Knowledge” atau “Local Knowledge” (pengetahuan mengenai budaya lokal) di lingkungan yang akan dikembangkan atau dibuat perangkat lunak tersebut., apakah memungkinkan untuk dikembangkan perangkat lunak tersebut atau tidak. 3.Pengetahuan tentang apa saja yang bisa dibatasi dan yang tidak dibatasi sehingga saat pengembangan perangkat lunak dapat mendefinisikan aturan main dari perangkat lunak tersebut.
Setelah perangkat lunak dikembangkan tetap masih diperlukan adanya sosialisasi perangkat lunak dengan mengadakan pelatihan secara bertahap, karena mengubah kebiasaan seseorang atau orang yang ada dilingkungan tersebut ke sesuatu yang baru tidaklah mudah dan setiap orang yang akan menggunakan perangkat lunak tersebut memiliki karakter yang berbeda-beda. Memang tidak harus menuruti setiap karakter, tapi setidaknya dapat dicari titik tengah yang dapat diterima oleh semua pihak. Komunikasi yang baik antara developer dan customer atau user sangat dibutuhkan agar terjalin kerjasama yang baik dan saling menguntungkan.
Melakukan konversi dari cara kerja yang lama ke cara yang baru menggunakan perangkat lunak yang dikembangkan perlu dilakukan secara bertahap, karena perubahan yang ekstrim akan menghabiskan sumber daya, dana dan waktu. beberapa cara konversi adalah sebagai berikut:

1.Konversi Paralel

Konversi Pararel
Konversi paralel dilakukan dengan melakukan beberapa waktu transisi dimana ada waktu kedua sistem (sistem lama dan sistem baru) berjalan bersama untuk keperluan transisi sampai sistem baru dapat berjalan mandiri. Sumber daya yang dibutuhkan pada konversi paralel akan banyak terkuras pada waktu transisi.

2.Konversi Langsung

Konversi Langsung

Konversi langsung dilakukan karena sistem lama secara ekstrim langsung diganti dengan sismin baru. Konversi ini akan mengalami waktu yang sulit di awal berjalannya sistem yang baru.

3.Konversi Per Fase

Konversi Per Fase

Konversi per fase dilakukan dengan berpindah per fase dari sistem lama ke sistem baru misalkan pada awal konversi hanya pada pekerjaan menginput data - data saja, pada tahap berikutnya mulai melakukan proses count (perhitungan) lalu fase berikutnya mulai menggunakan proses report (laporan) dari sistembarum dan seterusnya (konversi ini lebih fokus pada per fungsi sistem).

4. Konversi pilot atau Single Location

Konversi Pilot
Konversi pilot dilakukan dengan melakukan konversi per unit kerja dan perkolasi di dalam sebuah lingkungan kerja. Misalnya pada tahap awal kerja yang sistemnya berubah adalah bagian keuangan, berikutnya pada bagian sumber daya manusia dan seterusnya.
Pengembangan perangkat lunak yang berhasil dan dapat diterima dengan baik tidak hanya memperhatikan masalah teknis, tapi memperhatikan masalah non-teknis seperti masalah sosial dan mencermati isu-isu yang sedang berkembangan di masyarakat.

Post a Comment

Whatsapp Button works on Mobile Device only

Start typing and press Enter to search